| Yg Perlu Disiapkan utk Interview kerja (radio). |
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it : Untuk sukses (jadi penyiar)? Bukan sulap, apalagi sihir.Rubrik
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
sejak 2008 diasuh oleh Eko Junor.
Utk Roma (yg pertanyaannya tercantum di bawah ini), janganlah jadi statistik belaka... yaitu ratusan ribu orang yang sangat ingin menjadi penyiar radio/TV tapi akhirnya gugur sebelum diterima kerja karena "sikap mental" belum siap untuk bekerja. Di rubrik
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
ini, aku bisa kasih beberapa pointers supaya calon2 penyiar nggak cepat terpuruk. Pokok2 pemahaman ini bisa dipakai untuk profesi lainnya, dan yang jelas bukan misteri samasekali: Bekerja berarti berkorbanTentu pengorbanan kita dihargai dengan gaji atau honor atau Surat Keterangan Pernah Bekerja, atau setidaknya pengalaman kerja. Walaupun kita cuma tahan kerja sebulan (kalo gak terlilit kontrak mis. di TV Rodi di Jakarta), khan setidaknya kita dpt skills baru. Kalo Anda adalah tipe orang yang susah untuk berkorban (mis. bermasalah bangun pagi utk interview atau keberatan mengantar lamarannya ke seberang Jakarta), lebih baik bikin perusahaan sendiri. But wait, itu harus pake modal/uang sendiri juga! Yaaa, gimana dong? Diterima kerja itu ada prosesnyaAda penulisan lamaran, pengiriman lamaran (via e-mail atau pos), proses seleksi; lalu (tergantung perusahaannya) ada interview, psikotes, tes tertulis, tes vokal, screen test, interview terakhir (mis. utk tawar-menawar gaji), dan masa percobaan. Masa percobaan itu bisa 3bln, 6bln, dan bahkan 12bln. Kerja yang bener memang begitu : Aku inget ceritanya orang2 kaya di USA yg memiliki perusahaan2 besar: saat anaknya sendiri melamar kerja harus mulai dari bawah, misalnya jadi tukang sortir surat atau jadi operator lift. Siapa yang minta kerja, siapa yang cari talent?Ada pepatah bule yg menyatakan bahwa "Beggars can't be choosers": kalo kita yg ngemis, tentunya kita gak bisa pililh2 dong! Jangan lupa bahwa para celeb juga harus casting sebelum diterima utk program TV, utk memastikan bahwa 1) mereka memang cocok utk tugas tsb, dan 2) mereka ngerti kerja apa yang harus mereka penuhi tiap kali tampil. Makanya aku meminta kepada para Moderator utk menggunakan istilah air talent, voice talent, dll... agar para pelamar ingat bahwa yang dicari itu orang2 dg talent tertentu. Mentang2 Anda kaya-raya, cantik atau ganteng gak berarti pasti diterima. "Qualified" itu relatif bangetUtk menghindari sakit hati, jangan pernah Anda "merasa sangat qualified" utk lowongan tertentu. Kenapa? Karena pihak management punya gambarannya sendiri tentang apa yang mereka cari. Mentang2 Anda berpengalaman 8 tahun siaran di Radio Humor, gak berarti Anda langsung keterima di Extravaganza. Lha wong para finalis Wajah Femina aja menurutku gak ada yang cantik sekali. Istriku lalu menjelaskan bahwa kualifikasinya berdasarkan sudut pandang wanita. (Mmm, jadi aku pikir kalo yg sudut pandang pria ya lihat aja di Maxim). Udah berapa kali Anda terheran2 melihat hasil American Idol? Jadi tentang kompetensi Anda sebagai seorang talent, biar orang lain deh yang menilai. Diterima kerja bukanlah akhir dari cobaanmuAku inget waktu mengajar di Hard Rock FM Jakarta (1996-1999) tiap tahun masa trainingnya dicocokin waktunya dengan berakhirnya masa percobaan satu tahun buat angkatan sebelumnya. Jadi waktu aku lagi ngajar misalnya angkatan 1998, yg angkatan 1997 yg baru saja dinyatakan gugur pada pamit sama aku yg lagi di ruang training. Yg sedang training tentunya jadi liat betapa seriusnya HRFM dalam menggembleng penyiar2nya, tapi hasilnya waktu itu memang HRFM berhasil mengalahkan radio2 lain. Mau belum tentu MampuKalo Anda ditanya: "Mau gak mendampingi Adi Nugroho siaran di TV besok pagi?", apa jawaban Anda? Kalopun Anda nekat tampil, bukankah Anda akan tampil kacau dan gagap berhubung Anda tak terbiasa dg format acara tsb? Bukankah itu akan merusak reputasi Anda sendiri? Itu yang aku sering contohin kalo lagi di
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
, biar yang "ambisius" tau diri bahwa kesempatan harus diimbangi dengan kemampuan! Modal kemauan saja nggak cukup utk sukses: harus punya skills juga, atau setidaknya pemahaman tentang dasar2 penyiar radio/TV. Dan satu2nya pelajaran yang misterius kali ini dari This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it buat para "calon penyiar"? Yaitu bahwa...Alam Semesta punya jadwalnya sendiriDengan kata lain, kalo belum waktunya maka Anda pun belum bisa diterima di radio/TV tsb, seberapapun Anda berdoa atau "memanfaatkan koneksi". Pepatah bahwa "kegagalan adalah sukses yang tertunda" bisa dipake utk menghibur diri, tapi sebenernya manusia cuma bisa berusaha terus. Kebaikan apa yang kita lakukan di dunia ini pasti berbalas (begitu juga kejelekan), jadi pastikan bahwa kita nggak "mengambil jatah orang" karena itu bener2 nggak "mempercepat jatah kita". Walaupun aku dpt nilai screen test terbaik utk melamar di TVRI English News Service (1995), aku gak nyangka bahwa nepotisme akan menghapus samasekali namaku sbg calon peserta diklat-nya. Toh sekian tahun kemudian aku siaran juga akhirnya di situ, jadi untung aja cita2 siaran di TV gak aku buang jauh2.
[dari Moderator : |
| Next > |
|---|